265 Views

menarakaltim.com, Samarinda – Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Viktor Yuan, menyoroti rendahnya alokasi anggaran untuk sektor pariwisata di Kota Tepian.

Dengan hanya Rp4 miliar yang dialokasikan, ia menilai pengembangan pariwisata di Samarinda sulit mengalami kemajuan yang signifikan.

“Saat ini, anggaran untuk pariwisata hanya Rp4 miliar, sedangkan sektor olahraga mendapatkan sekitar Rp60 miliar. Jika Samarinda ingin serius mengembangkan pariwisata ke depan, maka tidak bisa seperti ini. Harus ada konsentrasi anggaran yang lebih besar agar bisa mendapatkan dampak ekonomi yang nyata,” tegasnya, Rabu (12/3/2025).

Menurutnya, anggaran sebesar itu hanya cukup untuk kegiatan pembinaan, seperti pelatihan-pelatihan, tanpa ada perkembangan yang signifikan.

Oleh karena itu, ia berharap Pemerintah Kota Samarinda lebih fokus dalam membangun sektor pariwisata sebagai bagian dari ekonomi berkelanjutan.

Selain itu, Viktor juga menyinggung perlunya pemisahan Dinas Pariwisata agar dapat lebih fokus dalam menjalankan tugasnya. Saat ini, sektor pariwisata masih tergabung dengan bidang lain dalam satu dinas, yang dinilai kurang efektif.

“Kami akan membicarakan ini dengan Wali Kota. Dinas Pariwisata sebaiknya memiliki kantor dan kepala dinas sendiri, seperti sebelumnya. Dengan begitu, fokus dalam mengembangkan pariwisata bisa lebih maksimal,” tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya perhatian terhadap berbagai destinasi wisata di Samarinda.

Hal ini sejalan dengan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Desa Wisata yang sedang dibahas.

Pansus yang mengawal Ranperda ini telah bekerja selama enam bulan, namun masih menunggu finalisasi anggaran sebelum sosialisasi peraturan bisa dilakukan.

“Beberapa destinasi wisata di Samarinda perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah, DPRD, serta penggiat pariwisata. Ini penting agar sektor pariwisata bisa berkembang dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” tutupnya. (ADV/DPRDSMD/RN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *