235 Views

Menarakaltim.com, Samarinda — Komisi IV DPRD Kota Samarinda bersama Dinas Kesehatan melakukan kunjungan lapangan ke beberapa puskesmas pada Selasa (11/2/2025).

Kunjungan ini dilakukan untuk meninjau pelayanan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) dan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) di puskesmas di Kota Samarinda.

“Dari 26 puskesmas di Samarinda sudah memenuhi standar, tetapi masih ada beberapa fasilitas yang perlu ditingkatkan, seperti Puskesmas Pasundan yang masih memerlukan gedung penyimpanan tambahan,” jelas Novan Syahronnie Pasie, Ketua Komisi IV DPRD Samarinda usai melakukan tinjauan.

Kunjungan Komisi IV DPRD Samarinda ke Puskesmas Pasundan

Ia juga menyebutkan, adanya kendala terkait kendaraan operasional puskesmas. Idealnya, setiap puskesmas memiliki dua unit kendaraan untuk menunjang pelayanan kesehatan, tetapi untuk saat ini yang tersedia hanya satu unit di beberapa puskesmas.

Selain itu, salah satu fokus utama kunjungan ini adalah menekankan pentingnya pemanfaatan program pemeriksaan kesehatan gratis dari pemerintah pusat. Namun, berdasarkan tinjauan di Puskesmas Pasundan dan Puskesmas Sambutan, layanan ini belum banyak dimanfaatkan masyarakat.

“Hari ini kami menyoroti program pemeriksaan kesehatan gratis. Sayangnya, di dua lokasi yang kami kunjungi belum ada masyarakat yang memanfaatkannya,” tutur Novan.

Kendati demikian, sebagai solusi, DPRD Samarinda berencana memperluas sosialisasi hingga ke tingkat Rukun Tetangga (RT). Ia menegaskan, bahwa layanan ini sudah bisa diakses, baik melalui aplikasi maupun secara langsung ke puskesmas.

Kunjungan Komisi IV DPRD Samarinda ke Puskesmas Sambutan

“Jika belum terdaftar, petugas resepsionis bisa membantu proses pendaftaran. Yang jadi pertanyaan, apakah sosialisasinya sudah cukup masif atau belum? Ini yang akan kami pantau,” tambahnya.

Lebih lanjut, DPRD Samarinda akan mengevaluasi perkembangan pemanfaatan program layanan ini dalam satu minggu ke depan. Jika angka partisipasi masih rendah, strategi sosialisasi akan diperkuat, termasuk dengan melibatkan anggota dewan dalam menyebarluaskan informasi di tengah masyarakat.

“Kami akan melihat berapa banyak masyarakat yang menggunakan layanan ini dalam sepekan ke depan. Dari situ, kita bisa memahami apakah masyarakat kurang sadar akan pentingnya pemeriksaan kesehatau atau ada faktor lain yang menghambat,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *