224 Views

Menarakaltim.com, Samarinda – Anggota DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, melaksanakan reses masa sidang I di Kampung Biru, Kelurahan Pelita, Kecamatan Samarinda Ilir, Selasa (4/2/2025). Reses yang dihadiri oleh warga RT 33, 34, dan 35 ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi terkait infrastruktur, lingkungan, dan kebutuhan sosial lainnya.

Isu banjir menjadi keluhan utama yang disampaikan warga. Mereka menyoroti kondisi drainase di sepanjang Jalan Abdul Azis Samad yang sering tersumbat akibat tumpukan sampah, menyebabkan genangan air saat hujan deras. Menanggapi hal ini, Deni berjanji akan segera berkoordinasi dengan lurah dan camat setempat untuk mengerahkan tim pembersih drainase.

“Saya akan pastikan ada tindak lanjut untuk pengerukan dan pembersihan sampah di drainase. Selain itu, usulan perbaikan drainase agar terhubung ke Jalan Lambung Mangkurat juga akan saya sampaikan ke Dinas PUPR,” ujar Deni.

Selain persoalan banjir, warga juga menyoroti masalah pengelolaan sampah, terutama sampah plastik yang mendominasi limbah rumah tangga. Deni mendorong inisiatif pemilahan sampah dari rumah tangga sebagai langkah awal. Ia berencana menjadikan salah satu RT di Kelurahan Pelita sebagai proyek percontohan dalam pengelolaan sampah berkelanjutan.

“Kalau tidak ada proyek percontohan, program ini sulit berjalan. Kita bisa mulai dari satu RT di Pelita, lalu berkembang ke seluruh kota Samarinda. Saya sudah lihat keberhasilan di Kelurahan Sungai Kapih dan RT 20 Kelurahan Selili. Tidak ada salahnya kita belajar dari mereka,” jelasnya.

Dalam reses tersebut, warga juga mengajukan permintaan pengadaan ambulans baru untuk Masjid Agung Baiturrahim di Jalan Lambung Mangkurat. Ambulans yang tersedia saat ini dinilai sudah usang dan tidak lagi memadai untuk kebutuhan darurat. Deni meminta warga mengajukan proposal resmi yang nantinya akan diperjuangkannya melalui bantuan provinsi atau anggaran kota.

Selain itu, Suardi, salah satu warga RT 35, menyampaikan keluhan terkait kelangkaan gas elpiji 3 kg yang sering terjadi di wilayah tersebut. Ia berharap distribusi gas dapat merata dan tidak hanya terpusat di satu titik penjualan.

“Kami ingin ada pemerataan distribusi. Jangan hanya masyarakat yang disalahkan ketika harga naik. Kalau stoknya cukup, harga pasti stabil,” tegas Suardi.

Deni menegaskan bahwa setiap aspirasi yang disampaikan warga akan ditindaklanjuti dan dikawal hingga ke dinas terkait. Ia juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan, khususnya dalam mencegah banjir dan mengelola sampah.

“Semua ini tidak bisa berjalan tanpa gotong royong dari masyarakat. Pemerintah bisa membantu, tapi partisipasi warga adalah kunci utama untuk membuat lingkungan kita lebih baik,” pungkasnya. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *