Menarakaltim.com, Samarinda – SMK Medika Samarinda terus berinovasi dalam mencetak lulusan yang siap bersaing di dunia kerja, baik di dalam maupun luar negeri. Pada tahun 2025, sekolah ini menargetkan minimal lima siswa dapat berangkat magang ke Jepang dengan gaji yang menjanjikan, berkisar antara Rp15 juta hingga Rp20 juta per bulan.
Kepala Sekolah SMK Medika Samarinda, Musmulyadi, mengungkapkan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan siswa dan keluarganya. “Kalau lulusan SMK seperti Medika bekerja di sektor riil kota atau provinsi, tantangannya cukup berat. Bahkan, sarjana yang menjadi PPPK saja gajinya sekitar Rp3,2 juta. Maka, saya menargetkan agar anak-anak ini bisa lolos ke Jepang,” ujarnya.
Untuk merealisasikan program ini, SMK Medika bekerja sama dengan PT Nagomi Kaigo Gakko, sebuah institusi yang melatih budaya kerja dan bahasa Jepang. Proses seleksi didasarkan pada minat siswa, bukan hanya akademik. “Kalau ada niat dan minat, kita bina dan biayai sampai ke Cikarang, Bekasi, sebelum akhirnya berangkat ke Jepang,” tambah Musmulyadi.
Siswa yang lolos tidak perlu mengeluarkan biaya selama pelatihan, karena seluruh proses hingga keberangkatan ke Jepang dibiayai oleh perusahaan mitra. Namun, jika orang tua tidak mampu membiayai tiket pesawat, sekolah akan memberikan dukungan finansial.
Prestasi Unggulan SMK Medika
Selain program magang ke Jepang, SMK Medika juga mencetak banyak prestasi di bidang akademik dan ekstrakurikuler. Di bidang olahraga, tim futsal SMK Medika telah meraih dua kali juara nasional, termasuk juara Axis Nasional di GBK Jakarta pada November lalu, serta juara nasional Super Seri Futsal Putra.
“Bayangkan, dari 1.650 SMA dan SMK di Indonesia, tim kami mampu menjadi yang terbaik. Di Axis, kami bersaing dengan 12 sekolah negeri terbaik nasional, sedangkan di Super Seri, ada 1.008 tim dari seluruh provinsi,” jelas Musmulyadi.
Tak hanya di bidang olahraga, prestasi akademik siswa SMK Medika juga membanggakan. Beberapa lomba akademik berhasil dimenangkan, seperti juara 1 ranking akademik tingkat Kaltim, juara 3 lomba infografis nasional di Universitas Gadjah Mada (UGM), serta juara 2 nasional model ekstrakurikuler di Jakarta. Bahkan, tim Mobile Legends sekolah ini juga berhasil meraih juara 1 nasional di Surabaya.
“Akademik kami kuat, tapi lebih dari itu, kami menanamkan karakter. Sekitar 70 persen pembelajaran di Medika berfokus pada pembentukan karakter seperti disiplin, jujur, tanggung jawab, dan kerja sama. Akademik hanya 30 persen,” kata Musmulyadi.
Saat ini, SMK Medika masih menerapkan Kurikulum Merdeka, yang lebih menekankan penguatan karakter dibanding akademik. Dengan kombinasi akademik, keterampilan, dan karakter yang kuat, SMK Medika bertekad mencetak lulusan yang siap bekerja, baik di dalam negeri maupun luar negeri.
“Dengan program ini, kami berharap lulusan SMK Medika tidak hanya mendapatkan pekerjaan, tapi juga memiliki masa depan yang lebih baik,” tutupnya. (*)

