262 Views

menarakaltim.com, Samarinda – Ribuan warga Kalimantan Timur keturunan Sulawesi Selatan berkumpul di Ballroom Hotel Mesra, Samarinda, Selasa (19/11/2024), untuk menyatakan dukungan mereka kepada dua pasangan calon dalam Pilkada 2024. Kegiatan ini mengusung tradisi Tudang Sipulung, sebuah musyawarah bersama untuk mencapai mufakat demi masa depan yang lebih baik.

Kelompok masyarakat Bugis, Makassar, Toraja, dan Bone yang datang dari berbagai daerah Kaltim secara resmi mendukung Rudy Mas’ud-Seno Aji dalam Pilgub Kaltim dan Andi Harun-Saefuddin Zuhry untuk Pilwali Samarinda. Teriakan semangat “Ewako!” menggema selama acara, menandai tekad warga untuk mendukung perubahan yang lebih baik di Kaltim.

Arafat Atmanegara Zulkarnaen, ketua panitia, menekankan bahwa dukungan ini didasari pada prinsip kebersamaan dan hak politik setiap warga negara.

“Kami mendukung bukan karena kesamaan suku semata, tetapi karena percaya bahwa kedua pasangan calon ini mampu membawa perubahan tanpa memandang perbedaan suku, agama, dan golongan,” jelas Arafat. Namun, ia mengingatkan bahwa kepercayaan ini juga disertai harapan besar. “Jika tidak amanah, kami siap memberikan kritik sesuai adat dan hukum negara,” tambahnya.

Rudy Mas’ud menyampaikan apresiasi atas dukungan solid tersebut. Menurutnya, Kalimantan Timur yang beragam merupakan cerminan Indonesia mini.

“Kami akan bekerja keras bersama masyarakat untuk membangun SDM yang unggul dan memperjuangkan kesejahteraan seluruh rakyat Kaltim,” ujarnya.

Disisi lain, Andi Harun, calon wali kota Samarinda, juga melihat deklarasi ini sebagai bentuk dukungan moral yang kuat.

“Ini adalah ekspresi solidaritas masyarakat Sulawesi Selatan untuk mewujudkan Kaltim yang lebih maju dan Samarinda yang lebih baik,” katanya.

Acara yang dihadiri lebih dari 5.000 peserta ini ditutup dengan hiburan rakyat dan pembagian doorprize menarik. Suasana penuh kebersamaan ini menjadi momen penting menjelang Pilkada Kaltim 2024, menunjukkan bahwa dukungan politik juga dapat menjadi sarana mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat multikultural. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *