menarakaltim.com, SAMARINDA – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW SMK Medika Samarinda digelar berbeda dan tidak biasa.
Sekolah ini memilih meningkatkan nilai spiritual siswa dengan lebih modern di Mal Samarinda Square Samarinda.
Selain itu lokasi tersebut juga memungkinkan kegiatan keagamaan dinikmati lebih luas, termasuk masyarakat yang sedang berada di pusat perbelanjaan.

Kepala SMK Medika Samarinda Musmulyadi mengatakan kegiatan SMK Medika Bersholawat Season 2 itu diikuti sekitar 700 siswa, guru, dan orangtua.
Kegiatan tersebut dikemas dengan penampilan habsyi dan tilawah yang memberi ruang bagi siswa untuk menunjukkan bakat di bidang keagamaan.

“Kenapa diadakan di mal? Kami ingin suasananya berbeda dibandingkan biasanya dalam berdakwah seperti di sekolah dan masjid,” kata Musmulyadi, Kamis (3/9/2026).
“Kita ingin suasana ini kita ingin berbeda dibandingkan biasanya dalam berdakwah seperti di sekolah dan lainnya,” tambahnya.
Selain itu, kegiatan yang dirangkai dalam acara hajatan kampung ini berkerja sama dengan Gramedia dan Ramayana tersebut
merupakan bagian dari pembinaan siswa yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik.

Sekolah ingin membentuk siswa yang memiliki ketakwaan sekaligus mampu mengembangkan potensi di luar kegiatan belajar mengajar.
“Kegiatan seperti ini menjadi kegiatan bulanan secara Islam. Kita memberi panggung kepada anak-anak yang memiliki kemampuan atau bakat dalam membawakan syair islam habsyi dan tilawah, selama ini yang kita berikan panggung hanya futsal, voli, basket, tinju,” tegasnya
Ia menargetkan siswa memiliki kesadaran beragama yang kuat sehingga rasa takut kepada Tuhan menjadi landasan dalam bersikap, bukan sekadar kepatuhan terhadap guru.
“Serta memperkuat kegiatan belajar mengajar, pemagangan dan pengembangan diri yang di sesuaikan dengan bakat mereka,” terangnya.
Sementara, Muhammad idris yang mengisi dakwah pada malam tersebut menyampaikan bahwa semoga murid SMK Medika Samarinda dapat lebih cinta kepada Nabi Muhammad SAW.
“Saya melihat SMK Medika ini unik, anak-anak tidak hanya dijejali dengan teori-teori praktis di dalam kelas, tapi diajak keluar mengeksplore potensi apa dimiliki setiap siswa,” pungkasnya. (Akbar)

