22 Views

menarakaltim.com, SAMARINDA – SMK Medika Samarinda punya cara berbeda dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Selama tiga hari, aktivitas sekolah dikemas dalam Festival Merah Putih yang dipusatkan di Samarinda Square.

Kegiatan tersebut tidak hanya diisi berbagai perlombaan khas perayaan kemerdekaan. Sekolah juga memadukan kegiatan dengan pendidikan karakter, keagamaan, seni budaya serta penguatan rasa nasionalisme bagi para siswa.

Kepala SMK Medika Samarinda, Musmulyadi, mengatakan pemindahan aktivitas sekolah ke pusat perbelanjaan menjadi pengalaman tersendiri bagi para siswa. Selama tiga hari, kegiatan belajar di ruang kelas digantikan dengan berbagai aktivitas edukatif dan hiburan di Samarinda Square.

“Ini kebetulan kegiatan Festival Merah Putih SMK Medika, jadi sekolah kita liburkan selama tiga hari, libur belajar. Tapi pembelajarannya di Mall Samarinda Square,” kata Kepala SMK Medika Samarinda, Musmulyadi, Rabu (12/08/2026).

Sekitar 1.500 siswa dan guru terlibat dalam rangkaian Festival Merah Putih tersebut. Para siswa mengikuti sejumlah perlombaan seperti joget balon, memasukkan kelereng ke dalam botol hingga lomba makan kerupuk.

Menurut Musmulyadi, konsep tersebut sengaja dibuat agar siswa dapat menikmati momentum kemerdekaan dalam suasana yang lebih santai sekaligus tetap mendapatkan nilai-nilai pendidikan.

“Selama tiga hari ini salah satu kontribusi sekolah bagaimana memberikan kepada anak-anak untuk bersuka ria, menikmati kemerdekaan Republik Indonesia ini,” katanya.

Tidak hanya kegiatan hiburan, Festival Merah Putih tahun ini juga diisi dengan kegiatan keagamaan. Sebanyak 18 siswa mengikuti khataman Al-Qur’an yang kemudian dirangkaikan dengan lomba kreasi telur antarkelas.

Selain itu, sekolah menggelar lomba menyanyikan Mars SMK Medika Samarinda. Lagu nasional dan lagu perjuangan juga menjadi bagian dari perlombaan untuk meningkatkan kecintaan siswa terhadap tanah air.

Musmulyadi menyebut rangkaian kegiatan tersebut menjadi upaya sekolah menciptakan suasana pembelajaran yang lebih variatif. Siswa tidak hanya mendapatkan pengalaman melalui kegiatan di dalam kelas, tetapi juga melalui aktivitas bersama di ruang publik.

Puncak Festival Merah Putih akan berlangsung pada 17 Agustus 2026 melalui upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di kawasan Samarinda Square. Upacara tersebut tidak hanya diikuti siswa dan guru, tetapi juga melibatkan karyawan serta tenant yang berada di lingkungan pusat perbelanjaan.

Sejumlah unsur seperti karyawan Robinson, Informa, Jakarta Intiland, Samarinda Square hingga tenant lainnya turut dilibatkan dalam momentum tersebut. Keterlibatan berbagai pihak ini menjadi bagian dari upaya membangun kebersamaan dalam memperingati kemerdekaan.

“Sebagai bukti bahwa kita ini sebagai warga negara Indonesia patutlah memberikan sebuah penghormatan kepada para pendahulu kita yang telah mendahului kita,” ungkap Musmulyadi.

Upacara juga akan dimeriahkan dengan penampilan tarian kolosal Nusantara. Pertunjukan tersebut menjadi bagian dari pesan keberagaman dan persatuan sekaligus memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk mengenal serta menampilkan kekayaan budaya Indonesia.

Setelah upacara, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai perlombaan yang mempertemukan keluarga besar SMK Medika Samarinda dengan karyawan Samarinda Square.

Kegiatan tersebut diharapkan semakin mempererat hubungan antara pihak sekolah dan lingkungan pusat perbelanjaan yang menjadi lokasi Festival Merah Putih.

Bagi Musmulyadi, perayaan kemerdekaan bukan sekadar kegiatan seremonial. Generasi muda memiliki tanggung jawab untuk meneruskan perjuangan para pendahulu melalui cara yang sesuai dengan zamannya.

Menurutnya, pelajar dapat mengisi kemerdekaan dengan belajar secara sungguh-sungguh, meningkatkan kedisiplinan serta memperluas wawasan.

“Sekarang bagaimana kita tinggal mengisi, seorang pelajar adalah dengan belajar yang baik, dengan disiplin yang baik, kemudian menambah wawasan mereka supaya nantinya bisa mengisi kemerdekaan ini dengan bijak,” tuturnya.

Ia berharap semangat perjuangan terus tumbuh di kalangan generasi muda. Nilai-nilai perjuangan, kata dia, harus terus dipupuk agar tidak melemah di tengah perkembangan zaman.

“Nilai-nilai juang kepada pelajar bukan hanya siswa Medika tapi seluruh bangsa Indonesia itu perlu ditunjang, perlu dipupuk dengan baik supaya tidak kendor, tidak lemah, tetap menjadi semangat juang yang tinggi,” tegasnya.

Festival Merah Putih SMK Medika Samarinda pun menjadi lebih dari sekadar perayaan HUT Kemerdekaan RI.

Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk menggabungkan pendidikan, budaya, keagamaan, kreativitas dan kebersamaan antara pelajar dengan masyarakat di ruang publik.

Musmulyadi menegaskan, semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui kontribusi positif sesuai peran masing-masing, termasuk melalui pendidikan dan pembangunan.

“Dengan mengisi kemerdekaan ini dengan pembangunan,” pungkasnya. (Fika)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *