Screenshot
74 Views

menarakaltim.com, SAMARINDA – Setelah sebelumnya mengalami penundaan akibat pandemi Covid-19, Himpunan Masyarakat Parepare (HMP) Kalimantan Timur berencana bakal melaksanakan Musyawarah Wilayah (Muswil) II pada 14 Februari 2026 di Hotel Aston Samarinda.

Agenda rutin organisasi yang dilaksanakan setiap satu periode ini bakal dirangkaikan dengan dialog intelektual kebangsaan dalam rangka memperingati 50 tahun Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS).

“Sebelum Muswil, kami selingi dengan dialog 50 tahun KKSS. Dan, ini merupakan sumbangsih HMP sebagai bagian dari pilar KKSS, sekaligus ruang diskusi untuk merawat warisan dan menata masa depan,” ungkap Ketua HMP Kalimantan Timur, H. Andi Saharuddin, Rabu (4/2/2026).

Andi bilang seluruh rangkaian kegiatan Muswil II dan dialog publik tersebut akan berlangsung selama satu hari penuh.

Lebih rinci diterangkannya, untuk dialog publik bakal menghadirkan empat narasumber yang mewakili empat pilar besar dalam KKSS, yakni Mandar, Bugis, Makassar, dan Toraja.

Para pembicara yang dijadwalkan hadir antara lain: Prof. Masjaya mewakili Mandar, Prof. Dr. Buhari Yusuf dari unsur Makassar, Dr. H. Andi Ade Lepu mewakili Bugis, serta Semkarta dari Ikatan Keluarga Toraja.

Sementara itu, sambung Andi, rencananya peserta yang bakal hadir dalam kegiatan ini tersebar di delapan kabupaten dan kota.

“Sebanyak delapan kabupaten dan kota akan datang sejak 13 Februari, karena sudah dibookingkan hotel dua hari dua malam. Yang hadir antara lain dari Samarinda, Balikpapan, Bontang, Kutai Timur, Berau, Penajam Paser Utara, dan Paser,” terangnya.

Andi Saharuddin juga mengulas sejarah terbentuknya HMP Kalimantan Timur, dan menyebut, HMP terbentuk sebagai bagian dari upaya masyarakat Parepare, untuk memiliki wadah resmi yang berafiliasi dengan KKSS, menyusul telah terbentuknya kerukunan daerah lain di wilayah Ajatapareng.

“HMP ini terbentuk karena Parepare belum memiliki pilar sendiri di KKSS. Daerah lain seperti Barru, Sidrap, dan Pinrang sudah punya. Maka kami membentuk Himpunan Masyarakat Parepare yang berafiliasi dengan KKSS,” ungkapnya.

Ia menambahkan, HMP Kaltim resmi terbentuk pada 2018, berawal dari pertemuan dan kegiatan sederhana masyarakat Parepare di Samarinda, hingga berkembang menjadi organisasi yang menaungi warga Pare-Pare di berbagai kabupaten dan kota di Kaltim.

Saat ini, lanjut H. Andi Saharuddin, warga Parepare di Kaltim tersebar di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, legislatif, TNI-Polri, hingga dunia usaha.

“Orang Parepare di Kaltim cukup banyak dan tersebar di berbagai bidang, dan dengan Muswil ini, kami ingin memperkuat silaturahmi, konsolidasi organisasi, serta peran HMP dalam KKSS,” pungkasnya. (Vin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *