81 Views

menarakaltim.com, TENGGARONG –Upacara peringatan Hari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-80 tahun 2025 di Kabupaten Kutai Kartanegara berlangsung pada Senin (24/11/ 2025) di Lapangan Kantor Bupati Kutai Kartanegara.

Bupati Aulia Rahman Basri menyampaikan pidato yang membuat ratusan guru tertegun, terutama ketika ia mengisahkan percakapannya dengan seorang tokoh penting asal Singapura.

Dalam sambutannya, Aulia menceritakan dialog pribadinya dengan Prof. Lim Xiong Huan, pendamping mendiang Lee Kuan Yew dalam membangun fondasi Singapura modern.

Saat menanyakan rahasia keberhasilan Negeri Singa, Aulia mendapat jawaban yang singkat namun sangat tajam.

“Kita punya visi yang jelas, konsistensi, dan perhatian penuh pada pendidikan—terutama guru,” ujar Prof. Lim, seperti dikutip Bupati Aulia.

Konsistensi: Kunci yang Sering Dilupakan

Bupati Aulia menyoroti bahwa banyak pemimpin terjebak pada keinginan menciptakan legacy pribadi. Akibatnya, program baik dari pemimpin sebelumnya sering terhenti di tengah jalan.

“Yang benar adalah konsistensi. Melanjutkan yang baik, memperbaiki yang kurang. Keberhasilan itu dilihat 20 tahun ke depan, bukan besok,” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa mimpi besar Kukar hanya dapat tercapai bila seluruh pemimpin—termasuk kepala sekolah—membangun pijakan jangka panjang yang kuat.

Guru: Profesi Paling Terhormat

Salah satu poin paling kuat dalam pidato Aulia adalah penekanan mengenai penghargaan terhadap guru.

Menurutnya, Singapura menempatkan guru sebagai profesi paling dihormati.

“Kalau ingin mencari orang paling pintar di Singapura, carilah guru,” kata Aulia menirukan pesan Prof. Lim.

Ia juga menambahkan bahwa honor dan penghargaan bukan hanya tentang materi, tetapi juga tentang perlakuan sosial yang memuliakan profesi pendidik.

Meski Anggaran Turun, Kesejahteraan Guru Tetap Dijaga

Aulia secara jujur mengungkapkan bahwa anggaran Kukar 2026 menurun drastis dari Rp11,5 triliun menjadi Rp6,3 triliun. Namun ia memastikan: “Satu pun tidak ada yang kami kurangi. Kesejahteraan guru tetap kami jaga.”

Ia bahkan menyebut bahwa take home pay tertinggi guru di Kukar bisa mencapai Rp19 juta ketika seluruh komponen terpenuhi.

Pemerintah juga tengah menyusun skema agar guru yang masih berpendapatan di bawah Rp1 juta dapat meningkat secara bertahap.

Program Seribu Guru Sarjana dan Perbaikan Sekolah

Dalam visi besar Pendidikan Kukar 2025–2030, pemerintah terus mendorong peningkatan kompetensi guru melalui Program Seribu Guru Sarjana.

Meski masih menghadapi kendala biaya hidup, Aulia berkomitmen untuk memperluas bantuan biaya kuliah dan sarana pendukung.

Selain itu, tahun 2026 akan menjadi tahun perbaikan sarana sekolah melalui Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang fleksibel untuk kebutuhan masing-masing sekolah.

“Ada sekolah muridnya 300, tapi toiletnya cuma dua. Ini tidak boleh lagi terjadi,” tegas Aulia.

Harapan Besar untuk Pendidikan Kukar

Aulia juga mendorong guru SMA melakukan pemetaan minat siswa kelas 3: apakah ingin kuliah atau bekerja.

Program Kukar Siap Kerja disiapkan untuk melatih lulusan SMA agar langsung produktif, baik sebagai pekerja maupun pemilik usaha.

Menutup pidatonya, Bupati Aulia menyampaikan harapan agar seluruh guru, sekolah, dan pemerintah daerah dapat bergerak bersama membangun generasi masa depan.

“Dengan kebersamaan kita, Insya Allah mimpi besar ini bisa kita wujudkan,” pungkasnya.(ADV/PROKOMKUKAR/Vinsen).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *