75 Views

menarakaltim.com, TENGGARONG – Upacara peringatan Hari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-80 di kabupaten Kutai Kartanegara berlangsung khidmat.

Upacara ini dipimpin langsung oleh Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basrie di Lapangan Upacara Kantor Bupati Kutai Kartanegara pada Senin, (24/11/ 2025).

Di tengah semangat para pendidik yang memenuhi lapangan, Bupati Aulia menegaskan bahwa peringatan Hari Guru tahun ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan sebuah titik awal semangat baru dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) Kukar.

“Peringatan Hari Guru ke-80 ini menjadi spirit baru bagi kita semua. Fondasi masa depan Kukar yang beralih dari industri ekstraktif menuju non-ekstraktif sangat bergantung pada kualitas SDM, dan peran guru berada di garda terdepan,” ujarnya seusai upacara.

Selain itu, Bupati Aulia juga menekankan bahwa keberhasilan transisi ekonomi daerah tidak hanya bergantung pada kebijakan, tetapi terutama pada kualitas tenaga pengajar.

“Kita ingin anak-anak didik menjadi generasi berkualitas, dan untuk itu kita harus pastikan para guru juga berkualitas—baik dari segi kompetensi maupun kesejahteraan,” jelasnya.

Program “Kukar Idaman Terbaik” yang tengah digalakkan pemerintah daerah, lanjutnya, dirancang untuk memperkuat dunia pendidikan melalui peningkatan kapasitas guru dan penyediaan sarana-prasarana yang lebih memadai.

Tak hanya itu orang nomor satu di Kukar ini juga menyoroti isu maraknya kasus hukum yang menimpa guru di berbagai daerah.

Bupati Aulia menegaskan komitmen penuh pemerintah untuk memberikan perlindungan.

“Para guru di Kukar kita lindungi sepenuhnya. Selama mereka mengajar sesuai kompetensi dan SOP yang telah ditetapkan, pemerintah menjamin mereka,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengungkapkan hasil kunjungannya ke Lemhannas yang banyak membahas penguatan SDM.

Ia mencontohkan Singapura sebagai negara yang berhasil membangun kemajuan melalui lima aspek utama:

1. Korsa dan cinta tanah air, melalui wajib militer.
2. Industrialisasi dan investasi.
3. Pendidikan, khususnya peningkatan kualitas guru dan fasilitas.
4. Kesehatan.
5. Perumahan rakyat.

“Poin tentang pendidikan sangat relevan bagi kita. Kualitas guru harus terus kita tingkatkan agar Kukar mampu bersaing di era transformasi ekonomi,” tutupnya.

Peringatan Hari Guru di Kukar tahun ini pun terasa lebih dari sekadar seremonial—ia menjadi pengingat bahwa kemajuan daerah dimulai dari ruang-ruang kelas dan para pendidik yang bekerja setiap hari membangun masa depan.(ADV/PROKOMKUKAR/VINSEN).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *