menarakaltim.com, TENGGARONG – Pemerintah Daerah Kutai Kartanegara (Kukar) mengikuti Rapat Pengendalian Inflasi Tahun 2025 yang dilanjutkan dengan Rakor Pengendalian Harga Beras secara virtual di Ruang Rapat Ortal.

Acara ini menjadi ajang penting membahas langkah konkret menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah perlambatan realisasi belanja daerah.
Menteri Keuangan Purbaya Sadewa menekankan bahwa Indonesia saat ini memiliki fundamental ekonomi yang kuat dengan pertumbuhan stabil sebesar 5,12 persen, salah satu yang tertinggi di kawasan G20. Inflasi pun terjaga di level 2,65 persen (yoy-September 2025), jauh di bawah banyak negara lain.
“Tugas kita sekarang bukan hanya menahan inflasi, tetapi juga memastikan harga stabil dan pasokan barang lancar,” tegasnya.
Namun, di balik catatan positif tersebut, data Bank Indonesia (BI) mengungkap masih tingginya simpanan pemerintah daerah di perbankan, mencapai Rp233,11 triliun per Agustus 2025.
Provinsi DKI Jakarta mencatatkan posisi tertinggi dengan Rp14.683,15 miliar, sementara Sulawesi Barat berada di posisi terbawah dengan Rp150,46 miliar.
Menkeu Purbaya mengingatkan, “Dananya sudah ada. Segera gunakan, jangan tunggu akhir tahun!” Ia menegaskan percepatan realisasi belanja sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus menahan laju inflasi bahan pokok, terutama beras yang kini menjadi sorotan nasional.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjelaskan, tingginya simpanan itu disebabkan sejumlah faktor administratif dan kebijakan, antara lain penyesuaian APBD akibat Inpres Nomor 1 Tahun 2025, perubahan visi-misi kepala daerah baru, serta kendala dalam penggunaan katalog elektronik versi 6.
Selain itu, keterlambatan teknis seperti revisi petunjuk teknis Dana Alokasi Khusus (DAK) dan proses sertifikasi pengadaan tanah juga ikut memperlambat serapan anggaran.
Rapat pun ditutup dengan arahan agar seluruh pemerintah daerah lebih responsif dan proaktif dalam belanja publik. Langkah cepat diharapkan dapat menjaga momentum ekonomi nasional tetap stabil, kuat, dan berdaya saing tinggi di tengah tantangan global yang semakin dinamis.(ADV/PROKOMKUKAR/Vinsen).

