115 Views

menarakaltim.com, TENGGARONG – Perayaan HUT ke-60 Bankaltimtara yang digelar di Kantor Cabang Tenggarong, Kamis (15/10/2025) berlangsung meriah namun penuh makna.

Acara syukuran ini tidak sekadar menandai usia yang matang bagi lembaga keuangan daerah tersebut, tetapi juga menjadi momentum refleksi dan komitmen baru untuk terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah.

Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, hadir langsung dalam acara itu dan memberikan sambutan yang penuh semangat.

Dalam wawancaranya, ia menegaskan bahwa usia 60 tahun merupakan tonggak penting bagi Bankaltimtara untuk semakin memperluas perannya dalam pembangunan ekonomi daerah.

“Harapan kita di usia ke-60 ini, Bankaltimtara semakin maju, semakin bisa berkolaborasi dan bersinergi dengan pemerintah daerah untuk mendukung proses pembangunan yang ada di daerah,” ujar Aulia.

Sebagai salah satu pemegang saham terbesar—dengan porsi sekitar 20 persen—Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara memiliki kepentingan besar terhadap arah kebijakan Bankaltimtara.

Aulia menyebutkan, meskipun Kukar bukan pemegang saham pengendali, namun harapannya tetap sama: Bankaltimtara harus menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat di Kalimantan Timur, terutama di sektor-sektor produktif.

KKI: Kredit Tanpa Bunga untuk Masyarakat Produktif

Salah satu bentuk nyata sinergi tersebut adalah program Kredit Kukar Idaman (KKI), yang kini menjadi andalan dalam menggerakkan ekonomi lokal. Program ini menawarkan pembiayaan tanpa bunga—hanya dikenakan biaya administrasi dan asuransi—sebagai langkah nyata pemerintah daerah dalam mendorong ekonomi kerakyatan.

“Alhamdulillah, program KKI berjalan sangat baik. Sudah tersalurkan pembiayaan sekitar Rp36 miliar dengan tingkat kredit macet (NPL) di bawah 2,5 persen,” terang Aulia.

Angka ini menunjukkan tingginya kesadaran masyarakat dalam mengelola pinjaman serta efektifnya sistem pengawasan yang diterapkan oleh Bankaltimtara.

Tidak berhenti di situ, Aulia juga mengungkapkan komitmen pemerintah daerah untuk menaikkan plafon pinjaman KKI dari Rp50 juta menjadi Rp500 juta.

“Kami ingin agar petani naik kelas, nelayan naik kelas, dan UMKM juga naik kelas,” tegasnya.

Kenaikan plafon ini, lanjut Aulia, akan direalisasikan melalui penyertaan modal baru pada tahun 2026. Dana dividen hasil investasi pemerintah daerah di Bankaltimtara rencananya akan dikembalikan dalam bentuk modal sebesar Rp21 miliar untuk memperkuat program KKI.

“Dengan tambahan modal itu, kami ingin memastikan kredit bisa disalurkan lebih luas dan lebih bermanfaat, tapi tetap tepat sasaran,” ujarnya.

Bankaltimtara: Sinergi Nyata untuk Daerah

Pimpinan Bankaltimtara Cabang Tenggarong, Eryuni Ramli Okol, juga memaparkan kinerja cabangnya yang terus menunjukkan pertumbuhan positif. Hingga bulan September, total penyaluran KKI telah mencapai Rp37 miliar dengan sekitar 1.800 debitur.

Lebih lanjut dikatakannya, fokus utama penyaluran dana KKI adalah sektor UMKM, petani, dan nelayan, yang merupakan tulang punggung ekonomi Kutai Kartanegara.

Menurutnya, mayoritas debitur berasal dari kalangan pedagang, sementara sektor pertanian dan perikanan mulai tumbuh sejak program khusus untuk mereka diluncurkan pada 2023.

“Dari total pelaku UMKM di Kukar yang mencapai 59.000, kami terus berupaya agar semakin banyak yang bisa mendapatkan akses pembiayaan,” tambahnya.

Membangun Literasi Keuangan dari Hulu ke Hilir

Namun, keberhasilan program ini tidak lepas dari tantangan. Eryuni mengakui bahwa luasnya wilayah Kukar menjadi kendala tersendiri dalam melakukan edukasi keuangan.

Banyak masyarakat di pelosok yang belum memahami pentingnya menjaga riwayat kredit mereka.

“Kadang ada tunggakan kecil, seperti cicilan Rp10.000 yang lupa dibayar, tapi itu bisa masuk daftar hitam OJK,” ungkapnya.

Untuk mengatasi hal ini, Bankaltimtara rutin melakukan roadshow literasi keuangan ke berbagai kecamatan bersama Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tujuannya agar masyarakat memahami cara kerja sistem keuangan modern, termasuk proses pengecekan SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan).

Digitalisasi dan Inovasi: Langkah Menuju Bank Daerah Modern

Perayaan ulang tahun ke-60 Bankaltimtara tidak hanya menjadi ajang syukur, tetapi juga momen mempertegas arah transformasi menuju bank daerah yang modern dan digital.

Dalam acara tersebut, hadir pula perwakilan dari Bank Indonesia dan OJK sebagai simbol dukungan terhadap peningkatan layanan digital Bankaltimtara.

“Kami ingin terus berinovasi dalam pelayanan, termasuk memperkuat digitalisasi agar masyarakat semakin mudah mengakses layanan perbankan,” ujar Eryuni.

Langkah digitalisasi ini menjadi sangat penting, mengingat tren transaksi keuangan kini bergerak ke arah layanan berbasis teknologi. Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, Bankaltimtara bertekad menjadi bank yang tidak hanya kuat secara finansial, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan zaman. (ADV/PROKOMKUKAR/Vinsen).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *