124 Views

menarakaltim.com, SAMARINDA – Semangat kebangsaan harus terus hidup di dada generasi muda. Hal inilah yang ditekankan oleh anggota DPR RI asal Kalimantan Timur, Syafruddin, S.Pd., saat menjadi pembicara dalam Sarasehan Wawasan Kebangsaan di SMK Medika Samarinda, Rabu (8/10/2025).

Dalam acara yang dihadiri ratusan pelajar tersebut, Syafruddin menegaskan pentingnya menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak dini.

Menurutnya, wawasan kebangsaan merupakan modal penting bagi generasi muda untuk memahami arti keberagaman serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kita harus terus menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda agar mereka sadar betapa pentingnya merawat Indonesia dari segala ancaman, baik dari luar maupun dari dalam,” ujar Syafruddin.

Ia menambahkan, kegiatan seperti ini bukan sekadar agenda formal, melainkan bentuk tanggung jawab moral dan konstitusional seorang wakil rakyat. Tujuannya, agar pelajar tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter kuat dan cinta tanah air.

“Ini bagian dari upaya kami di DPR RI untuk memberikan bekal pengetahuan dan karakter kebangsaan bagi anak-anak bangsa dalam menghadapi masa depan,” tambahnya.

Selain berbicara soal kebangsaan, Syafruddin juga memberikan apresiasi terhadap kemajuan SMK Medika Samarinda. Ia menilai sekolah tersebut mampu beradaptasi dengan perkembangan dunia pendidikan dan kebutuhan pasar kerja.

“SMK Medika luar biasa. Walau belum lama berdiri, jumlah siswanya sudah lebih dari seribu. Ini bukti pengelolaannya profesional dan mampu membaca peluang kerja,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala SMK Medika Samarinda, Musmulyadi, menyampaikan rasa terima kasih dan harapannya kepada pemerintah pusat serta wakil rakyat agar terus memperjuangkan peningkatan kualitas pendidikan di Kalimantan Timur.

“Kami berharap dukungan Pak Syafruddin untuk kemajuan pendidikan di Kaltim. Di SMK Medika, kami menerapkan sistem 30 persen teori dan 70 persen praktik lapangan agar siswa siap kerja,” jelasnya.

Musmulyadi menegaskan, pendekatan berbasis keterampilan menjadi kunci agar lulusan SMK tidak hanya memahami teori, tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia industri.

“Tujuan utama SMK adalah mencetak lulusan yang siap kerja. Kalau pun melanjutkan kuliah, itu pilihan, tapi orientasinya tetap pada kesiapan menghadapi dunia kerja,” pungkasnya. (Vin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *