193 Views

menarakaltim.com, SAMARINDA — Proyek peremajaan Pasar Pagi Samarinda yang sedang berlangsung dengan tempo tinggi mendapat perhatian serius dari legislatif.

DPRD Kota Samarinda mengingatkan bahwa selain mengejar estetika dan fungsi modern, aspek keselamatan konstruksi wajib menjadi pertimbangan utama.

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, menyampaikan bahwa keberadaan Pasar Pagi sebagai pusat interaksi publik tidak boleh dibangun hanya berdasarkan tampilan visual.

Ia menekankan pentingnya fondasi teknis yang kuat untuk menjamin keselamatan pengunjung maupun pedagang yang akan beraktivitas setiap hari.

“Bangunan pasar akan menjadi pusat kegiatan ekonomi yang padat. Kalau hanya cantik tapi tidak memperhitungkan faktor keselamatan, itu akan sangat berisiko. Kita bicara tentang fasilitas umum, bukan gedung pribadi,” ujarnya, Senin (19/5/2025).

Deni menyebut bahwa dengan struktur bangunan yang dirancang mencapai tujuh lantai, perencanaan harus matang, termasuk dalam penempatan instalasi, jalur evakuasi, serta sistem keselamatan bangunan secara keseluruhan.

“Struktur vertikal tentu menuntut standar keamanan yang jauh lebih tinggi. Kita tidak bisa kompromi soal ini,” lanjutnya.

Pekerjaan fisik kini memasuki fase kedua dengan nilai proyek sebesar Rp148,5 miliar.

Dalam tahap ini, berbagai fasilitas akan ditambahkan, mulai dari penyekatan kios, pengelolaan limbah, pemasangan eskalator dan sistem kelistrikan, pengecatan hingga plafon. Seluruh pekerjaan ditarget rampung pada bulan Oktober 2025.

Sebagai informasi, pembangunan tahap pertama telah selesai sebelumnya dengan realisasi anggaran sebesar Rp290 miliar, lebih rendah dari estimasi awal yang mencapai Rp390 miliar.

Fase awal tersebut meliputi pembangunan struktur utama, pengerjaan eksterior, dan instalasi kerangka baja.

Dalam desain yang direncanakan, Pasar Pagi akan mengusung konsep zonasi berdasarkan jenis dagangan. Ukuran kios pun dibuat bervariasi, mulai dari 1,2 x 2 meter hingga 4 x 8 meter.

Sementara itu, area parkir yang berada di lantai dasar akan disiapkan untuk menampung 104 mobil serta 709 sepeda motor.

Deni berharap agar hasil akhir revitalisasi tidak hanya terlihat modern, tetapi benar-benar mampu menghadirkan kenyamanan dan rasa aman bagi seluruh pengguna pasar.

“Kami ingin ini jadi contoh bagaimana pasar tradisional bisa tampil rapi, bersih, dan layak sebagai ruang publik. Tapi semua itu tidak akan berarti jika standar keamanannya tidak dipenuhi,” pungkasnya. (ADV/DPRDSMD/RN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *