Menarakaltim.com, Samarinda — Kemeriahan bernuansa kekeluargaan menyelimuti Gedung Guang Dong di Jalan Sentosa, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Minggu (11/5/2025) pagi. Ratusan warga Samarinda yang berasal dari Long Iram, Kutai Barat, berkumpul dalam acara Halalbihalal sekaligus silaturahmi yang penuh kehangatan.
Acara ini menjadi ajang temu kangen antarwarga perantauan yang telah menetap di Samarinda, sekaligus ruang refleksi tentang peran mereka dalam ikut serta membangun kota. Wali Kota Samarinda, Andi Harun, hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Ia didampingi sejumlah tokoh daerah, di antaranya Plt Kepala Kesbangpol dan Ketua TWAP. Turut memeriahkan pula Wakil Bupati Kutai Barat, Nanang Andriani, yang kehadirannya disambut hangat seluruh peserta.
Dalam sambutannya, Andi Harun menyampaikan rasa hormat dan apresiasinya kepada masyarakat Long Iram yang telah menunjukkan semangat kekeluargaan dan gotong royong yang tinggi di tengah keberagaman Kota Tepian.
“Ini bukan sekadar ajang halal bihalal. Kita sedang menyaksikan wujud nyata dari nilai kebersamaan yang menjadi pondasi penting dalam membangun Samarinda sebagai kota yang inklusif dan ramah bagi siapa pun,” ucap Andi Harun.
Ia menambahkan bahwa kontribusi masyarakat dari berbagai latar belakang budaya dan daerah asal menjadi kekuatan utama dalam perjalanan pembangunan kota.
“Warga Long Iram telah menjadi bagian dari denyut nadi kota ini. Kolaborasi seperti ini yang kami harapkan terus tumbuh dan memperkuat integrasi sosial di tengah masyarakat,” ujarnya.
Kehadiran Wakil Bupati Kubar, Nanang Andriani, menurut Andi Harun juga memberi nilai lebih dalam acara tersebut. Ia menyebut Nanang bukan hanya pejabat antardaerah, tapi juga sahabat lama yang selama ini menjalin komunikasi baik dengan dirinya.
“Pak Nanang adalah sahabat dan mitra dalam berbagai hal. Kehadiran beliau di tengah kita hari ini menjadi simbol kuatnya relasi emosional dan semangat sinergi antara kabupaten dan kota,” tambahnya.
Tak hanya jajaran pemerintah, para warga pun turut merasakan makna mendalam dari kegiatan ini. Hasan, seorang pemuda Long Iram yang kini tinggal di Samarinda, mengungkapkan rasa bangganya bisa menjadi bagian dari momen kebersamaan tersebut.
“Kegiatan seperti ini memberi kami semangat. Kami merasa tak sekadar menjadi pendatang, tapi diakui sebagai bagian dari pembangunan kota ini,” tutur Hasan.
Senada, Siti Marwati, seorang ibu rumah tangga, menyampaikan bahwa acara semacam ini menjadi ‘jembatan’ yang menghubungkan kenangan kampung halaman dengan kehidupan baru di perantauan.
“Bisa bertemu sesama warga Long Iram di sini, ditambah sambutan hangat dari pemerintah, rasanya seperti pulang ke rumah sendiri,” katanya dengan senyum bahagia.
Lebih dari sekadar acara tradisi pasca-Lebaran, Halalbihalal ini diyakini menjadi ruang strategis untuk mempererat jalinan sosial, menguatkan solidaritas warga, dan membuka peluang kolaborasi konkret dalam pembangunan kota ke depan.
Semangat warga Long Iram yang merawat akar budaya sambil menyatu dalam kehidupan kota dinilai sebagai contoh keberagaman yang harmonis. Pemerintah pun berharap momentum ini dapat menjadi inspirasi bagi komunitas-komunitas lain di Samarinda dalam merawat persatuan di tengah perbedaan. (*)

