296 Views

menarakaltim.com, SAMARINDA – Suasana dini hari di depan salah satu tempat hiburan malam (THM) di Kota Samarinda mendadak berubah mencekam, Minggu (4/5/2025) sekitar pukul 04.30 WITA. Seorang pria berinisial D ditemukan tak bernyawa usai diterjang lima peluru oleh pelaku tak dikenal.

Kepala Kepolisian Resor Kota (Polresta) Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, mengonfirmasi kejadian nahas tersebut.

Ia menjelaskan, insiden terjadi hanya berjarak sekitar 10 meter dari pintu masuk THM, tak lama setelah korban meninggalkan lokasi hiburan bersama sejumlah anggota keluarganya.

“Korban keluar dari THM sekitar pukul 04.15, dan penembakan terjadi hanya beberapa menit kemudian,” ujar Hendri dalam keterangan pers di kawasan GOR Segiri, sore harinya.

Hasil otopsi mengungkap bahwa peluru menembus lima titik tubuh korban: dua di bagian dada, satu di perut, dan dua lainnya di punggung.

Dari lokasi kejadian, polisi menemukan dua proyektil, sementara tiga peluru lainnya masih bersarang di tubuh korban.

“Semua peluru diyakini berasal dari senjata api yang digunakan pelaku yang belum diketahui identitasnya,” kata Hendri.

Dugaan awal menyebut senjata yang dipakai berjenis rakitan dengan kaliber antara 8 hingga 9 milimeter.

Namun, kepastian jenis senjata masih menunggu hasil pemeriksaan dari laboratorium forensik.

“Senjatanya diduga rakitan, tapi kami masih menunggu hasil lengkap dari Labfor untuk memastikan,” lanjutnya.

Menurut keterangan saksi mata dan hasil rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi, pelaku terlihat mengendarai sepeda motor, memakai helm, dan mengenakan jaket mirip atribut ojek daring.

Usai menembak, pelaku langsung melarikan diri dari tempat kejadian.

“Identitas pelaku masih kami telusuri. Tim dari Polresta dibantu Subdit Jatanras Polda Kaltim kini tengah memburu pelaku,” tambah Hendri.

Korban sendiri diketahui merupakan seorang wiraswasta. Ia datang ke lokasi THM bersama lima hingga enam anggota keluarganya sejak pukul 23.00 WITA.

Selama berada di dalam tempat hiburan, mereka dilaporkan hanya duduk bersantai tanpa menimbulkan keributan.

“Tidak ditemukan indikasi adanya cekcok atau konflik selama korban berada di dalam THM. Semua berjalan normal hingga saat mereka keluar,” tutup Hendri.

Polisi mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait pelaku untuk segera melapor guna mempercepat proses pengungkapan kasus ini. (RN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *