menarakaltim.com, SAMARINDA – Langkanya minyak BBM Solar di SPBU, tak lepas dari maraknya Pertamini yang ada di Kota Samarinda. Dalih memudahkan para pengetap minyak, hal tersebut justru membuat ketersediaan minyak di SPBU kian menipis dan cepat habis. Markaca pun soroti maraknya pertamini tersebut. Ia mengatakan hal tersebut ilegal, karena belum ada Perda yang mengatur tentang hal tersebut.
“Kita juga soroti pertamini, karena Perda nya ini belum ada,” ucapnya dengan tegas.
Setelah melakukan diskusi internal komisi III, usulan yang dapat di lakukan adalah dengan membuat Perda tentang Pertamini tersebut.
“Yang jelas, dari diskusi kita tadi, ini belum ada perdanya dan di usulkan untuk di buatkan perda,” lanjutnya.
Ia membenarkan maraknya Pertamini ini membuat kelangkaan Bahan bakar Minyak (BBM) di beberapa SPBU kian langka. Ia pun menyampaikan keluhan masyarakat yang antri panjang, demi mendapatkan BBM tersebut, namun harus kehabisan, akibat banyaknya pengetap yang mengantri untuk Pertamini.
Memang pertamini ini marak, sudahnya antri semalaman, besoknya masyakarat gak kebagian,” keluhnya.
Maka dari itu politisi Gerindra tersebut menginginkan rapat dengan pendapat (RDP), dapat di lakukan secepat mungkin.
“Makanya distribusi minyak ini harus di sampaikan ke kita secara terbuka secepatnya,” ungkapnya.
Melihat distribusi ke SPBU yang di rasa jelas dengan jumlah kendaraan di Kota Samarinda, maka seharusnya ketersediaan minyak pun cukup di tiap-tiap SPBU.
“Distribusi SPBU, ini kan saya rasa jelas, cuma karena maraknya pertamini ini, gak kebagian yang lain,” jelasnya.
Ia lun berkomitmen untuk terus mengusut di lapangan dan menuntaskan persoalan tersebut hingga selesai.
“Ini kita komitmen, harus selesai di lapangan, makanya kita akan panggil pertamina. Terkait pengawasan di lapangannya seperti apa,” Terutama BBM yang bersubsidi bagi masyarakat awam, harus jelas dan terukur, ucapnya saat di mintai keterangan. “Terutama, minyak-minyak yang bersubsidi ini harus jelas bagi masyarakat, kita ini tempatnya minyak, tapi kok antri,” ulasnya. Terakhir, ia akan mendiskusikan lebih lanjut terkait pembentukan Perda bagi Pertamini di Kota Samarinda, agar hal tersebut dapat mengurangi kelangkaan minyak di SPBU.
“Makanya nanti itu untuk pertamini akan kita coba diskusikan untuk di buatkan perda.” pungkasnya. (adv)

