193 Views

Menarakaltim.com, Samarinda – Semangat pembinaan olahraga pelajar kembali menggelora lewat pelaksanaan Smala Cup II 2025, turnamen bola voli antar pelajar SMP dan SMA se-Kalimantan Timur, yang resmi dibuka Wakil Gubernur Kalimantan Timur H Seno Aji pada Rabu (16/4/2025) di halaman SMA Negeri 5 Samarinda.

Kegiatan ini ditandai secara simbolis dengan pemukulan gong oleh Seno Aji, didampingi Plt Kepala Dinas Pendidikan Kaltim Rahmat Ramadhan, Kepala SMAN 5 Samarinda Budiono, serta perwakilan pengurus PBVSI Kaltim dan Kota Samarinda.

Dalam sambutannya, Seno Aji menyampaikan bahwa turnamen ini bukan sekadar ajang persaingan, namun juga wadah untuk membangun sportivitas, mempererat silaturahmi, dan saling belajar antar pelajar lintas daerah. Ia menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai kejujuran dan sikap fair play dalam bertanding.

“Turnamen ini tentu mencari pemenang. Tapi lebih dari itu, kita ingin karakter anak-anak Kaltim dibentuk lewat olahraga. Junjung tinggi sportivitas, dan hargai lawan,” tutur Seno.

Ia juga memberikan semangat kepada para peserta yang datang dari berbagai daerah di Kaltim agar tampil maksimal dan membawa harum nama sekolahnya masing-masing.

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji hadir dan membuka turnamen bola voli antar pelajar SMP dan SMA se Kaltim

“Kalau sudah sampai di sini, itu artinya kalian mewakili sesuatu yang besar. Tunjukkan kemampuan terbaik kalian, buat sekolah bangga,” tegasnya.

Lebih jauh, Wagub berharap Smala Cup II menjadi ajang seleksi awal untuk menemukan talenta muda yang kelak mampu mengisi jajaran atlet voli profesional Kaltim.

Ia menyebut, seluruh pertandingan akan menjadi bahan pantauan bagi pengurus PBVSI baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

“Bisa jadi di antara kalian ada yang nantinya membela Kaltim di kejuaraan nasional bahkan internasional. Jadi gunakan kesempatan ini untuk unjuk prestasi,” sambungnya.

Seno juga mengajak sekolah-sekolah lain di Kaltim, untuk menggelar turnamen serupa di berbagai cabang olahraga sebagai bagian dari kontribusi terhadap pembinaan atlet muda.

“Misalnya SMAN 1 bikin turnamen sepak bola, SMAN 2 bikin turnamen basket. Kalau semua sekolah bergerak, akan lebih banyak bibit-bibit potensial yang bisa kita temukan,” tuturnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *