Menarakaltim.com, Samarinda – Momentum bersejarah mewarnai pelaksanaan Wisuda Gelombang I Universitas Mulawarman (Unmul) tahun 2025. Dua tokoh penting di Kalimantan Timur, yakni Gubernur Rudy Mas’ud dan Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud, resmi menyandang gelar doktor di bidang Ilmu Ekonomi.
Acara yang digelar di GOR 27 September ini menjadi catatan tersendiri dalam dunia pendidikan tinggi di Benua Etam. Pasalnya, kedua pemimpin daerah tersebut menuntaskan pendidikan hingga jenjang tertinggi di universitas yang sama, sejak jenjang sarjana hingga doktoral.
Dalam sambutannya, Rudy Mas’ud menyampaikan refleksi atas perjalanan akademiknya yang sepenuhnya ditempuh di Unmul. Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan alat utama untuk meningkatkan kualitas hidup dan mendorong kemajuan daerah.

“Setiap fase pendidikan yang saya jalani di kampus ini mengajarkan saya nilai, tantangan, serta potensi besar yang dimiliki Kalimantan Timur,” ujarnya di hadapan ribuan hadirin, Sabtu (12/4/2025).
Ia turut menyoroti rendahnya angka partisipasi pendidikan tinggi di Indonesia. Berdasarkan data BPS 2024, hanya sekitar 10 persen penduduk usia di atas 15 tahun yang menempuh kuliah. Temuan itu menjadi landasan kuat bagi kebijakan ‘Gratispol’—program pendidikan gratis yang telah ia gagas dan implementasikan di Kaltim, mencakup semua jenjang dan jenis lembaga pendidikan, baik negeri maupun swasta.

“Biaya tidak boleh lagi menjadi tembok penghalang bagi generasi muda kita. Gratispol bukan sekadar janji, tetapi investasi jangka panjang,” tegasnya.
Wisuda kali ini meluluskan 1.534 mahasiswa, terdiri dari 12 lulusan Diploma, 1.305 Sarjana, 113 Magister, 90 Profesi, dan 13 Doktor. Mereka berasal dari 13 fakultas dan satu program pascasarjana yang mencerminkan keberagaman bidang keilmuan di Unmul.
Rudy menyampaikan bahwa gelar doktor bukanlah garis akhir, melainkan titik awal untuk tanggung jawab lebih besar dalam merumuskan kebijakan berbasis riset dan ilmu pengetahuan. Ia berharap bisa berkontribusi lebih dalam menciptakan sistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan di Kaltim.
“Kita harus bersiap melahirkan lebih banyak pemikir, inovator, dan pemimpin dari tanah ini. Menuju Indonesia Emas 2045, generasi muda Kaltim harus menjadi bagian dari perubahan,” ucapnya optimistis.
Ia pun menyemangati para wisudawan untuk terus belajar dan tak ragu menetapkan cita-cita setinggi langit. Dengan capaian akademik dan pengalaman di dunia pemerintahan, Rudy kini berada dalam posisi strategis untuk menjadikan Kaltim sebagai episentrum pengembangan SDM unggul. (*)

