Menarakaltim.com, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda semakin serius menggeser arah perekonomian daerah dari sektor pertambangan batu bara ke sektor perdagangan dan jasa. Perubahan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menciptakan ekonomi yang lebih berkelanjutan.
Transformasi ini tertuang dalam Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Samarinda 2022-2042, yang menargetkan kota ini sebagai pusat industri perdagangan dan jasa di Kalimantan Timur.
Salah satu langkah utamanya adalah penghentian bertahap aktivitas pertambangan batu bara di Samarinda, yang ditargetkan selesai pada 2026.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan bahwa seluruh wilayah pertambangan akan dihapus secara menyeluruh dalam dua tahun ke depan. Pemkot juga menegaskan tidak akan memperpanjang izin usaha bagi perusahaan yang beroperasi di bawah skema Izin Usaha Pertambangan (IUP) maupun Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B).
Keputusan ini bukan tanpa alasan. Dampak negatif pertambangan terhadap lingkungan, seperti banjir dan longsor, semakin menjadi perhatian. Selain itu, dengan beralih ke sektor jasa dan perdagangan, diharapkan lapangan kerja yang lebih luas dan ekonomi yang lebih stabil dapat terwujud bagi masyarakat.
Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, menilai bahwa kebijakan ini selaras dengan sejarah ekonomi Samarinda, yang sejak lama dikenal sebagai kota perdagangan dan jasa utama di Kalimantan Timur.
“Secara geografis, Samarinda memiliki posisi yang sangat strategis. Jika Balikpapan berperan sebagai pintu gerbang, maka Samarinda berada di tengah, sehingga potensinya sebagai kota perdagangan sangat besar,” ujarnya, Senin (17/3/2025).
Lebih lanjut, ia menyoroti peran penting Pelabuhan Samarinda dalam menunjang sektor perdagangan. Dengan akses langsung ke jalur distribusi utama, pelabuhan ini dapat menjadi pusat logistik yang menghubungkan berbagai daerah.
“Pelabuhan Samarinda adalah salah satu aset penting yang harus dioptimalkan. Jika ini dimanfaatkan dengan baik, maka pertumbuhan ekonomi dari sektor perdagangan bisa lebih pesat,” tutupnya. (Adv)

