menarakaltim.com, SAMARINDA – Momentum Nuzulul Quran tahun ini menjadi lebih bermakna bagi masyarakat Samarinda dengan digelarnya buka puasa bersama di Masjid Baitul Muttaqien, Senin (17/3/2025).
Acara ini merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) sebagai wujud kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.

Anggota DPRD Kaltim, Subandi, mengapresiasi kegiatan ini yang menurutnya memiliki makna mendalam, tidak hanya sebagai ajang ibadah, tetapi juga untuk memperkuat hubungan antara pejabat dan masyarakat.
“Acara ini bukan sekadar buka puasa bersama, tetapi juga upaya mempererat tali silaturahmi antara unsur Forkopimda dan masyarakat. Ini adalah momentum penting di 17 Ramadan yang harus dimanfaatkan untuk memperkuat kebersamaan,” ujarnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kaltim, yang terdiri dari pejabat pemerintahan, aparat keamanan, dan tokoh masyarakat.
Subandi menekankan bahwa kekompakan antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mendukung kelancaran pembangunan Kalimantan Timur ke depan.
“Ketika unsur Forkopimda kompak dan masyarakat mendukung, maka pembangunan di Kalimantan Timur akan lebih lancar, lebih mudah, dan tentu akan membawa kebaikan bagi semua,” tambahnya.
Acara buka puasa bersama ini menjadi momen kebersamaan yang penuh makna, di mana para pemimpin daerah dan masyarakat duduk bersama dalam suasana yang hangat dan penuh kekhusyukan.
Kedekatan emosional yang terjalin dalam acara ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah dan rakyat.
Dengan adanya interaksi langsung antara pejabat dan masyarakat dalam suasana religius seperti ini, diharapkan dapat terjalin komunikasi yang lebih baik serta pemahaman yang lebih mendalam mengenai kebutuhan dan harapan masyarakat.
“Harapannya, dari momentum ini, pembangunan Kalimantan Timur semakin lancar, dimudahkan, dan membawa daerah ini menuju masa depan yang lebih baik,” tutup Subandi.
Acara ini menjadi salah satu bagian dari peringatan Nuzulul Quran di Kalimantan Timur, yang tidak hanya mempererat ukhuwah Islamiyah, tetapi juga memperkuat ikatan antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun daerah. (AK)

