menarakaltim.com, Kutai Kartanegara – Harapan baru untuk masa depan Kalimantan Timur disuarakan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut 2, Rudy Mas’ud–Seno Aji, saat bertemu warga di Kecamatan Muara Badak, Desa Gas Alam, Rabu sore (20/11/2024). Dalam kampanye ini, mereka memaparkan rencana besar mendorong transisi Kaltim menuju ekonomi hijau dan biru.
Rudy menegaskan bahwa ketergantungan Kalimantan Timur pada sumber daya alam fosil, seperti gas alam, harus segera diatasi. Ia menyoroti keterbatasan sumber daya tak terbarukan ini dan perlunya mengadopsi energi dan praktik yang berkelanjutan. Menurutnya, Muara Badak sebagai salah satu pusat gas alam perlu bersiap menghadapi era baru dengan fokus pada efisiensi dan keberlanjutan.
“Kita tidak bisa terus bergantung pada energi fosil. Transisi ke ekonomi hijau dan biru adalah langkah yang wajib kita ambil,” ujar Rudy di hadapan ratusan warga yang antusias.
Rudy menjelaskan bahwa ekonomi hijau berbasis sumber daya alam daratan, seperti perkebunan kelapa sawit, memerlukan dukungan pemerintah untuk menciptakan persaingan yang sehat.
Ia menyoroti bahwa hasil TBS (Tandan Buah Segar) di Muara Badak dengan harga Rp3.600 per kilogram masih menghadapi kendala karena keterbatasan pabrik pengolah.
Di sisi lain, ekonomi biru, yang berfokus pada pengelolaan sumber daya laut, juga menjadi perhatian utama.
Rudy menyebut minimnya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) bersubsidi bagi nelayan sebagai hambatan yang menghalangi produktivitas mereka.
Ia berjanji pemerintah akan memberikan solusi konkret agar nelayan dapat melaut dengan lebih efisien.
Selain fokus pada ekonomi, Rudy–Seno juga memprioritaskan pendidikan gratis hingga jenjang doktoral (S3) yang dibiayai dari APBD Kukar sebesar Rp14 triliun.
Program ini bertujuan mencetak generasi muda Kaltim yang unggul dan kompetitif, sekaligus mewajibkan perusahaan untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal.
Tidak hanya itu, Rudy mengkritik keras perusahaan tambang yang menggunakan jalan umum sebagai jalur hauling, yang berdampak buruk pada kehidupan warga sekitar.
Ia menegaskan bahwa regulasi akan diperkuat untuk melindungi kepentingan masyarakat.
Tokoh masyarakat Muara Badak, Achmad Djalil, menyampaikan dukungannya terhadap visi Rudy–Seno. Ia berharap pasangan ini mampu mewujudkan janji pendidikan dan kesehatan gratis, serta memperbaiki akses BBM bersubsidi bagi nelayan.
“Kami butuh pemimpin yang peduli dan konkret. Program pendidikan gratis hingga S3 ini sangat menyentuh hati kami. Dengan dukungan relawan, kami optimis Rudy–Seno bisa menang besar di Muara Badak,” ujarnya.
Rudy–Seno mengakhiri kampanye di Kutai Kartanegara dengan pesan optimisme, membawa harapan baru bagi Kalimantan Timur untuk bertransformasi menuju keberlanjutan yang inklusif dan berkeadilan. (*)

