235 Views

menarakaltim.com, Samarinda – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim) akan menutup tahun 2024 dengan sejumlah agenda olahraga besar, termasuk Pekan Olahraga Paralimpik Pelajar (Peprov) dan Festival Olahraga Tradisional. Kedua acara ini dirancang untuk menggalakkan partisipasi masyarakat, terutama atlet disabilitas dan pelestari olahraga tradisional.

Kepala Bidang Pemberdayaan Olahraga Dispora Kaltim, Bagus Sugiarta, menyatakan bahwa Peprov 2024 menjadi salah satu prioritas untuk mendorong atlet muda penyandang disabilitas berprestasi.

“Peprov akan berlangsung di Stadion Tenggarong, Kutai Kartanegara, pada minggu kedua Desember. Kegiatan ini menjadi wadah penting bagi atlet disabilitas untuk menunjukkan kemampuan mereka di berbagai cabang olahraga,” jelas Bagus, Jumat (15/11/2024).

Peprov tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga simbol inklusi dalam dunia olahraga, memberikan peluang bagi atlet disabilitas untuk bersinar di tingkat daerah.

Selain itu, Dispora Kaltim juga akan menggelar Festival Olahraga Tradisional yang diisi dengan berbagai cabang khas daerah, seperti panahan tradisional, sepeda ontel, BMX, break dance, hingga lempar pisau. Festival ini bertujuan memperkenalkan kembali olahraga tradisional sebagai bagian dari warisan budaya lokal.

“Melalui festival ini, kami ingin masyarakat semakin mengenal dan menghargai olahraga tradisional, yang tak hanya menjadi hiburan tetapi juga cerminan identitas budaya Kaltim,” kata Bagus.

Sebagai tambahan, Dispora Kaltim juga akan menyelenggarakan seleksi pemilihan duta olahraga. Program ini melibatkan atlet muda dari seluruh kabupaten/kota, dengan tujuan memilih perwakilan berbakat yang akan menjadi ikon olahraga di tingkat provinsi.

“Duta olahraga ini diharapkan mampu memotivasi generasi muda untuk lebih aktif dalam olahraga sekaligus membawa nama baik Kaltim di berbagai kesempatan,” tambah Bagus.

Dengan kombinasi kegiatan ini, Dispora Kaltim ingin menanamkan semangat kebersamaan, kesehatan, dan kebanggaan budaya melalui olahraga. Baik Peprov maupun Festival Olahraga Tradisional menjadi upaya strategis untuk meningkatkan partisipasi olahraga sekaligus memperkuat jati diri daerah.

“Kami ingin mengakhiri tahun ini dengan momentum positif yang menginspirasi masyarakat untuk menjadikan olahraga sebagai bagian dari kehidupan mereka,” tutup Bagus.

Dispora Kaltim optimistis, kegiatan Desember ini tidak hanya meningkatkan prestasi olahraga, tetapi juga mempererat ikatan sosial di antara masyarakat Kaltim. (Adv/Dispora Kaltim)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *