315 Views

menarakaltim.com, Samarinda – Di tengah derasnya arus digitalisasi, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim) mengambil langkah inovatif untuk melestarikan budaya lokal melalui program pengenalan permainan tradisional ke sekolah-sekolah.

Program ini dirancang untuk menghidupkan kembali semangat bermain permainan tradisional seperti gasing, egrang, dan lainnya di kalangan generasi muda. Tidak hanya menjadi bentuk hiburan, program ini juga bertujuan memperkenalkan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam permainan tersebut.

Kepala Seksi Olahraga dan Rekreasi Tradisional serta Layanan Khusus Dispora Kaltim, Thomas Alva Edison, menjelaskan bahwa program ini telah mendapat sambutan positif dari sekolah-sekolah di berbagai wilayah Kaltim. Dengan jadwal yang terencana, tim Dispora secara rutin mendatangi sekolah untuk memberikan sosialisasi langsung.

“Respon dari anak-anak sangat positif. Banyak yang penasaran dan antusias mencoba permainan seperti gasing dan egrang, yang mungkin belum pernah mereka mainkan sebelumnya,” ungkap Thomas, Kamis (14/11/2024).

Dispora Kaltim tidak hanya memberikan sosialisasi, tetapi juga menyediakan alat permainan dan pendampingan dari instruktur yang berpengalaman. Pendekatan ini memastikan siswa tidak hanya mencoba, tetapi juga memahami teknik dan aturan permainan dengan benar.

“Kami ingin memastikan bahwa tradisi ini dipelajari secara menyeluruh. Anak-anak tidak hanya bermain, tetapi juga memahami sejarah dan filosofi yang ada di balik permainan tradisional,” tambah Thomas.

Menariknya, GOR Kadrie Oening di Samarinda, yang biasanya digunakan untuk olahraga prestasi, kini sering menjadi pusat kegiatan permainan tradisional. Inisiatif ini menunjukkan bahwa permainan tradisional mulai menarik perhatian lebih luas, tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga di masyarakat umum.

“Kami bangga melihat antusiasme yang terus meningkat. Ini bukan hanya soal menjaga hiburan tradisional, tetapi juga bentuk pelestarian budaya lokal yang kaya,” jelas Thomas.

Dispora Kaltim berharap bahwa melalui program ini, permainan tradisional dapat menjadi bagian dari kegiatan ekstrakurikuler sekolah. Dengan keterlibatan generasi muda, warisan budaya ini diyakini dapat terus hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman.

“Melestarikan permainan tradisional adalah bagian dari tanggung jawab kita untuk menghormati warisan budaya. Kami yakin langkah kecil ini akan membawa dampak besar di masa depan, baik untuk budaya maupun pendidikan karakter generasi muda,” tutup Thomas.

Program ini mencerminkan komitmen Kaltim untuk menjaga identitas budaya sekaligus mengajarkan nilai-nilai kebersamaan dan kreativitas kepada anak-anak di era modern. (Adv/Dispora Kaltim)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *