212 Views

menarakaltim.com, Samarinda – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur terus memperkuat kampanye olahraga kolektif di masyarakat. Melalui pendekatan yang menitikberatkan pada olahraga bersama, Dispora Kaltim berharap kebiasaan berolahraga dapat lebih mudah meresap di berbagai kalangan, menciptakan lingkungan sehat dan semangat kebersamaan.

Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kaltim, Bagus Surya Saputra, menyampaikan bahwa olahraga yang dilakukan secara bersama-sama kian populer di Kaltim. Masyarakat lebih memilih aktivitas yang dapat dilakukan dalam komunitas atau keluarga, seperti senam, jogging, breakdance, hingga olahraga tradisional.

“Masyarakat Kaltim menunjukkan antusiasme tinggi terhadap olahraga kolektif. Ini menjadi daya tarik karena selain bermanfaat bagi kesehatan, kegiatan ini juga menciptakan suasana yang ceria dan mempererat hubungan sosial,” ungkap Bagus di kantornya, Kadrie Oening Tower, pada Jumat (8/11/2024).

Dispora Kaltim telah menggelar berbagai kegiatan olahraga sejak 2023 hingga 2024, termasuk lomba senam aerobik dan kompetisi olahraga tradisional dalam rangka Hari Olahraga Nasional (Haornas). Menurut Bagus, respons dari masyarakat sangat positif, dengan banyak peserta yang membagikan keseruan mereka di media sosial, memperlihatkan bagaimana olahraga kolektif mampu menciptakan kegembiraan dan mempererat kebersamaan.

“Peserta sangat antusias, terutama karena ada elemen hiburan dengan iringan musik yang menyenangkan. Hal ini memperkuat daya tarik olahraga kolektif,” tambahnya.

Bagus juga menyebut bahwa tren dan minat masyarakat terhadap jenis olahraga dapat berubah. Oleh karena itu, Dispora Kaltim terus memonitor kebutuhan masyarakat dengan memperkenalkan komunitas olahraga dan menggandeng Duta Olahraga untuk mendekatkan berbagai aktivitas fisik ke masyarakat luas. Hal ini dilakukan guna memastikan keberlanjutan kebiasaan berolahraga di Kaltim.

“Kami memperkenalkan komunitas olahraga ke masyarakat agar budaya berolahraga semakin meluas. Berdasarkan pemantauan, senam, breakdance, dan olahraga tradisional masih mendominasi minat masyarakat, dan kami yakin ini adalah potensi besar untuk dikembangkan,” pungkas Bagus. (Adv/Dispora Kaltim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *