menarakaltim.com, SAMARINDA – Mengingat permaslahan banjir di kota Tepian ini merupakan PR besar pemerintah, maka tersebut Pemerintah Kota Samarinda yang berada di bawah pimpinan Andi Harun, meluncurkan program prioritas penanggulan banjir di beberapa titik-titik di kota Samarinda.
Namaun selama pemerintahaan Wali Kota Andi Harun, ia sudah sudah mengerjakan drainase yang berada di simpang 4 Mall Lembuswana, dimana saat itu volume banjir nya sudah berkurang dan bahkan dengan adanya draenase itu, genangan air ketika hujan datang hanya 1 jam kemudian bisa kembali normal.
Kemudian untuk langkah penanggulan berikutnya, Andi Harun sudah merancang 2 pembangunan untuk mengatasi banjir.
Seperti Kolam Retensi Pengendali banjir yang ada di Vorvo, dan Pintu Air yang nantinya akan dibangun di Sungai Mahakam.
Perlu anggaran yang besar untuk membangun 2 rencana tersebut. Seperti yang di ucapkan Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda Markaca, bahwa untuk pintu air saja itu memerlukan setidaknya lebih dari 700 Miliar.
“Belum lagi pembangunan kolam retensi di Vorvo, dan folder di daerah pampang sana. Karena memang mengatasi banjir ini tidak semudah membalikkan telapak tangan, tentu perlu anggaran yang besar,” ucapnya Markaca, Selasa (07/2/2023).
Lanjut kemudian Ia meyakinkan bahwa seluruh program Walikota Samarinda terkait menanggulangi banjir itu akan terealisasi sepenuhnya sesuai dengan apa yang di rencanakan.
“Kami yakin dengan program – program Wali Kota Andi Harun, akan bisa berjalan dengan baik, namun sedikit terkendala dengan anggaran tapi pasti akan terlaksana,” pungkasnya. (adv/dprdsmd)

