153 Views

menarakaltim.com, TENGGARONG – Gerimis tipis membasahi langit Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) pada Minggu pagi, 17 Agustus 2025.

Butir-butir hujan ringan itu jatuh di lapangan upacara Kantor Bupati Kukar yang beralaskan semen berwarna hijau, selaras dengan tunas-tunas rumput muda yang baru tumbuh di tepi aspal.

Meski suasana dilingkupi rintik hujan dan hawa sendu, semangat para peserta upacara tak tergoyahkan. Barisan pasukan kehormatan yang terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Damkar, Basarnas, serta Aparatur Sipil Negara lingkup Pemkab Kukar tetap berdiri tegap demi Sang Saka Merah Putih.

Begitu pula para anggota Paskibraka dan marching band yang dengan penuh disiplin menampilkan hasil latihan panjang mereka, menambah khidmat jalannya peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia.

 

Dari podium utama, Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri bersama Wakil Bupati Rendy Solihin, jajaran forkopimda, serta para undangan terlihat menyimak dengan penuh rasa bangga.

Gerimis masih turun ketika pasukan pengibar bendera (Paskibraka) melangkah mantap menuju tiang bendera. Namun seiring Sang Merah Putih dikibarkan dan lagu Indonesia Raya bergema, hujan perlahan reda, langit yang semula kelam pun berubah cerah—seakan turut memberi restu.

Usai pengibaran bendera, rangkaian upacara dilanjutkan dengan pembacaan naskah Pancasila, Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, hingga penutupan acara, semuanya berlangsung penuh khidmat.

Apresiasi Bupati Kukar

Bupati Aulia Rahman Basri menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam suksesnya pelaksanaan upacara HUT ke-80 RI, khususnya pasukan Paskibraka.

“Kami sangat mengapresiasi para pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka). Mereka melaksanakan tugas dengan baik dan penuh tanggung jawab. Begitu pula panitia pelaksana serta seluruh petugas yang berperan, semuanya menunjukkan dedikasi luar biasa,” ungkap Aulia Rahman Basri kepada awak media usai Upacara HUT ke-80 RI.

Aulia menegaskan bahwa melalui momentum peringatan kemerdekaan ini, Kutai Kartanegara ingin menunjukkan diri tidak kalah dengan daerah lain. Ia berharap semangat perjuangan para pahlawan bangsa bisa diwarisi dan diwujudkan dalam kerja nyata pembangunan.

“Utamanya dalam melanjutkan pembangunan di Kabupaten Kutai Kartanegara. Jiwa rela berkorban dan semangat membangun inilah yang harus terus kita hidupkan, menjadi spirit bersama seluruh masyarakat Kukar,” pungkasnya.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *